Pertanyaan ini pasti pernah terlintas dalam diri kita, paling tidak saat kita diprospek atau bertemu dengan agent asuransi.
Ada satu hal yang ironis, mobil dan rumah yang kita miliki sudah kita ikutkan asuransi, sementara diri kita sendiri?
Asuransi perlindungan diri yang saya maksud adalah asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.
Banyak bacaan yang membahas atau mengupas secara mendetail tentang perlu tidaknya kita mengikuti asuransi perlindungan diri, jadi saya gak cerita hal-hal yang rumit dan bikin tambah pusing tetapi hanya berangkat dari pemikiran sederhana dan pengalaman pribadi saya berkerja didunia perasuransian selain juga dari pengamatan saya terhadap situasi dan kondisi saat ini yang semakin kompleks dan sulit untuk diduga seperti teror bom, merebaknya kasus flu burung dan swine flu (H1N1), biaya pelayanan kesehatan yang semakin mahal, dll... maka saya dapat mengatakan bahwa dalam situasi dan kondisi seperti ini agar kita dapat menikmati hidup maka Asuransi Perlindungan Diri menjadi satu kebutuhan pokok, setelah sandang, pangan dan papan terpenuhi.
Hal lain adalah pengalaman-pengalaman buruk terkait pelayanan asuransi baik dialami sendiri maupun mendengar, melihat atau membaca di mediamasa tentang kinerja asurasi terkadang membuat kita harus berpikir berkali-kali untuk memutuskan mengambil atau tidak asuransi perlindungan diri.
Jangan kita mencampur adukan antara perlu tidaknya ikut asuransi perlindungan diri dengan kinerja perusahaan asuransi.
Melihat situasi dan kondisi saat ini maka jelas kalau kita memang perlu mengambil Asuransi perlindungan diri, kemudian tinggal kita sesuaikan manfaat apa saja yang kita butuhkan sesuai dengan kondisi kita saat ini.
Tentang kinerja asuransi, hal ini tentunya berhubungan dengan pemilihan perusahaan asuransi mana yang mempunyai kinerja yang baik.
Banyak bahan yang dapat kita baca untuk melihat kinerja perusahaan asuransi sebagai rujukan kita dalam memilih perusahaan asuransi mana yang layak kita percaya dan dapat kita andalkan.
Saran saya, apapun pilihan perusahaan asuransi nya, pelajari dengan seksama produknya dan aturan-aturan yang tertuang dalam syarat umum polisnya. Dari pengalaman saya bekerja sering menemukan klaim-klaim asuransi menjadi tidak dapat diproses/dibayarkan atau proses pembayarannya menjadi berlarut-larut hanya dikarenakan tertanggung (pemilik polis asuransi) tidak mengetahui hak-haknya maupun prosedur/aturan-aturan sebagaimana tercantum dalam syarat umum polis.
Cermat dan cerdik itu kata kuncinya...
Ingin berdiskusi lebih jauh seputar klaim asuransi jiwa dan kesehatan? silahkan kirim email ke alamat email saya..
Selamat berasuransi....
Kamis, 06 Agustus 2009
Selasa, 04 Agustus 2009
Tanakita 5 Star Camping Ground ( 2 )
Bangun pagi rasanya males banget, selain dingin juga kapan lagi mau bangun siang... kira-kira baru jam 7 pagi, tapi anak-anak kok sudah gak ada didalam tenda...sayup-sayup terdengar suara mereka yang ternyata sedang belajar membuat makanan berupa pancake dari mas Isep sang camp manager...
Selesai makan pagi, kami bersiap-siap untuk berangkat ke Curug Sawer...
Dengan dipandu oleh guide dari Tanakita, kami menuju curug sawer... jalan yang ditempuh adalah jalan setapak, mendaki dan menurun...lumayan melelahkan, tapi asik... pakailah sandal gunung atau sepatu olah raga dan bawalah minuman secukupnya, kalau lupa membawa minuman...jangan kuatir, ada beberapa tempat perhentian dimana disana ada yang menjual minuman... kurang lebih 45 menit, kami sampai di curug sawer... woow...keren... Tiket masuk ke taman wisata ini ditannggung oleh Tanakita.
Selain air terjun, ditempat wisata ini ada juga areal camping ground...

Sementara kami bermain air dan foto-foto, teman kami dari Tanakita sibuk memasak air untuk membuat teh hangat bagi kami...segar rasanya minum teh hangat sambil menikmati pemandangan air terjun curug sawer...
Puas bermain air, kami bersiap kembali ke camp site, duh kebayang jalan yang naik dan turun membuat hati tergoda untuk naik jasa Ojek yang kebetulan ada juga disana. Saya lebih memilih untuk tetap berjalan kaki, kapan lagi bisa berjalan-jalan seperti ini...
1/4 perjalanan, ternyata guide kami memilih jalur lain yang ternyata lebih mendatar, menerobos pohon2 besar dan rindang tempat berkumpul beberapa kera siamang yang asyik berloncatan dari satu pohon ke pohon yang lain. Jalur ini benar-benar datar, kenapa juga guide kami tidak lewat jalur ini sewaktu berangkat tadi ya?... Tetapi katanya, justru lewat jalur utama tadi yang memberikan sensasi hiking dipegunungan...duhhh...
Tidak sampai 30 menit, kami sudah tiba di camp site. disana Kang Isep sedang menyiapkan peralatan untuk Flying fox.
Tinggi juga, kira-kira 12 meter, berani gak ya?... tapi kapan lagi main flying fox ya?...apalagi melihat anakku yang baru berumur 7 tahun saja berani, akhirnya perlengkapan keselamatanpun aku pakai, dan siap2 memanjat pohon setinggi 12 meter, menyusul anak-anakku yang sudah duluan naik keatas...
Flying fox di areal camping ground Tanakita merupakan fasilitas yg dapat kita gunakan, tidak perlu membayar lagi dan dapat berulang-ulang kalau mau...
Aku cukup sekali saja, sementara anaku mengulang dua kali... itupun masih ingin mengulang lagi.. tetapi karena waktu dan kami harus segera check out agar tidak terjebat macet saat kembali ke Jakarta, maka permainan flying fox kami akhiri dan kami mulai berkemas-kemas untuk kembali ke Jakarta..
Nikmat tenan...

Tertarik untuk mencoba?
Ini websitenya http://www.rakataadventure.com/tanakita.html
Atau bisa kontak ke Kang Isep (camp manager) 081210830483 (mudah-mudahan belum ganti)
atau kirim email ke alamat: adventure@rakata.co.id
Dengan dipandu oleh guide dari Tanakita, kami menuju curug sawer... jalan yang ditempuh adalah jalan setapak, mendaki dan menurun...lumayan melelahkan, tapi asik... pakailah sandal gunung atau sepatu olah raga dan bawalah minuman secukupnya, kalau lupa membawa minuman...jangan kuatir, ada beberapa tempat perhentian dimana disana ada yang menjual minuman... kurang lebih 45 menit, kami sampai di curug sawer... woow...keren... Tiket masuk ke taman wisata ini ditannggung oleh Tanakita.
Selain air terjun, ditempat wisata ini ada juga areal camping ground...
Sementara kami bermain air dan foto-foto, teman kami dari Tanakita sibuk memasak air untuk membuat teh hangat bagi kami...segar rasanya minum teh hangat sambil menikmati pemandangan air terjun curug sawer...
Puas bermain air, kami bersiap kembali ke camp site, duh kebayang jalan yang naik dan turun membuat hati tergoda untuk naik jasa Ojek yang kebetulan ada juga disana. Saya lebih memilih untuk tetap berjalan kaki, kapan lagi bisa berjalan-jalan seperti ini...
1/4 perjalanan, ternyata guide kami memilih jalur lain yang ternyata lebih mendatar, menerobos pohon2 besar dan rindang tempat berkumpul beberapa kera siamang yang asyik berloncatan dari satu pohon ke pohon yang lain. Jalur ini benar-benar datar, kenapa juga guide kami tidak lewat jalur ini sewaktu berangkat tadi ya?... Tetapi katanya, justru lewat jalur utama tadi yang memberikan sensasi hiking dipegunungan...duhhh...
Tidak sampai 30 menit, kami sudah tiba di camp site. disana Kang Isep sedang menyiapkan peralatan untuk Flying fox.
Flying fox di areal camping ground Tanakita merupakan fasilitas yg dapat kita gunakan, tidak perlu membayar lagi dan dapat berulang-ulang kalau mau...
Aku cukup sekali saja, sementara anaku mengulang dua kali... itupun masih ingin mengulang lagi.. tetapi karena waktu dan kami harus segera check out agar tidak terjebat macet saat kembali ke Jakarta, maka permainan flying fox kami akhiri dan kami mulai berkemas-kemas untuk kembali ke Jakarta..
Nikmat tenan...
Tertarik untuk mencoba?
Ini websitenya http://www.rakataadventure.com/tanakita.html
Atau bisa kontak ke Kang Isep (camp manager) 081210830483 (mudah-mudahan belum ganti)
atau kirim email ke alamat: adventure@rakata.co.id
Langgan:
Entri (Atom)
